Pertemanan

Saya bukan tipe orang yang mudah bergaul dengan siapapun, kalau bahasa jawanya “sumeh”. Dengan setelan muka yang jutek (kata orang tapi emang bener sih :p) dan sikap yang tidak banyak omong ketika bertemu orang pertama kali semakin memperkuat image introvert yang ada pada diri saya. Tapi kalau sudah kenal dan semakin sering ngobrol, image itu akan hilang kok (kata orang juga).

Namun ada beberapa orang dalam hidup saya, sebutlah teman teman terdekat atau sahabat yang dalam pertemanan kami tidak melalui proses – ngobrol berkali kali sampai akhirnya jadi akrab – . orang orang ini memang dari awal pertemanan seperti sudah langsung cocok atau klik, engga tau kenapa. Mungkin ada beberapa kesamaan yang kami miliki sehingga kami bisa langsung akrab bahkan dari pertemuan pertama. Dan orang orang inilah yang kini terhitung sebagai teman teman terdekat saya.

Saya juga bukan tipe orang yang memiliki banyak teman disana sini, ya mungkin karena faktor muka jutek saya tadi :p tapi I would prefer quality over quantity. Yep, teman teman saya ini adalah orang2 yang bisa saya hubungi almost everytime when I need them. Mereka adalah orang2 yang tetap akan saya jaga hubungannya apapun yang terjadi dan hal yang paling melegakan ternyata mereka juga tetap disamping saya apapun kondisi yang sedang saya alami, susah dan senang mereka tetap setia menjadi teman saya.

Mereka adalah orang orang yang bisa membuat saya jujur bahkan terhadap diri sendiri, jujur terhadap diri sendiri itu bukan proses yang mudah, sekali lagi saya tekankan BUKAN proses yang mudah. Sebagai pribadi yang kompleks saya kadang lelah dengan kompleksitas dan pikiran2 saya sendiri tapi mereka sabar sekali menemani saya dalam proses menjadi orang yang lebih baik, paling tidak dalam definisi baik menurut versi kami.

Mereka punya gaya sendiri2 jadi jangan membayangkan kami selalu bersama dalam setiap kondisi. Justru kami bukan orang yang sering bertemu tapi setiap kontak yang terjadi seperti tidak ada jarak dan malah menjadi quality time.

Pada suatu kondisi emosi saya yang sedang tidak baik, saya cenderung untuk menarik diri, dan berusaha mencerna emosi yang sedang saya alami. Mereka tidak serta merta menghampiri untuk bertanya ada apa atau sekedar “menepuk nepuk bahu saya”. Yang mereka lakukan adalah memberi saya waktu untuk sendiri sehingga pada akhirnya ketika saya sudah siap akan membuka diri dan mendatangi mereka. Ada juga beberapa diantara mereka yang menyapa untuk mengetahui bagaimana kondisi saya pada fase menarik diri ini.

Dari sekian lama saya berhubungan dengan berbagai teman, pada akhirnya saya bisa melihat mana yang benar2 tulus berteman, tulus dalam artian mereka bisa saya percaya. Definisi kepercayaan saya agak luas, saya bukan orang yang mudah mempercayai orang. Bila saya berteman dekat dengan orang tersebut saya harus bisa mempercayainya. Percaya dia tidak akan “judging” dengan tindakan2 atau pikiran saya, percaya dia tidak akan meninggalkan saya ketika saya sedang jatuh dan masih banyak lagi.

So much for the friendship ??? I don’t think so, my bestfriends are my treasure
Tulisan ini memang untuk mereka yang tetap ada disamping saya dalam kondisi apapun
Mereka yang memberi saya semangat untuk bangkit
Mereka yang selalu percaya bahwa saya bisa lebih baik lagi
Mereka yang pernah kecewa melihat saya tapi tak pernah meninggalkan saya
Mereka yang akan selalu menjadi teman terbaik yang pernah saya miliki

Thank you for everything, I love you guys

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s