Ngopi – ngopi cantik

Hari sabtu kemarin, akhirnya kesampean juga saya dan 2 sahabat perempuan saya berkumpul bersama buat sekedar ngopi2 cantik. Jarang sekali kita punya kesempatan seperti ini mengingat kesibukan masing2 dan tentunya masalah pribadi masing2:p

Agenda tiap kami bertemu sudah pasti update kehidupan masing2, hal itu mengalir begitu saja tanpa direncanakan, kita pasti akan bercerita tentang apa yang terjadi atau masalah yang sedang dihadapi. Cerita nya macem2 dan uncensored 😉

Topik yang paling menarik sudah tentu our romance life and work, but romance is still our favorite karena kita 3 perempuan single 🙂

Tapi pembicaraan kali ini ternyata semua punya masalah yang sama dengan sang ibunda, apalagi kalau bukan tentang kekuatiran para ibu dengan sikap kami yang sangat nyaman (baca : cuek) dengan status single ini. Dimulai dengan salah satu sahabat saya yang bercerita bahwa ibu saya curhat kepada ibunya tentang kecuekan saya tentang masalah pendamping hidup ini, kemudian pembicaraan kami pun berlanjut tentang bagaimana menghadapi para ibu ini.

Pekerjaan dan kehidupan sosial yang banyak menyita sebagian besar waktu kami ternyata kadang – kadang menjadi pemicu kekuatiran para ibu. Dan sahabat saya pun bercerita bagaimana hubungan nya dengan sang ibu menjadi tidak romantis kalau sudah menyinggung masalah pendamping ini. Kami tidak menyalahkan para ibu ini, bahkan kami sadar sepenuhnya betapa para ibu ini sayang dengan anak perempuannya sehingga selalu “menggangggu” kami dengan topik pendamping hidup.

Tapi yang tidak disadari para ibu ini adalah kami bukan perempuan – perempuan yang desperate mencari jodoh seperti perempuan2 dalam sinetron yang sering mereka tonton tiap hari (thanks to sinetron yeaah)

We do love our life, our jobs and our social life for sure and we don’t take this “Jodoh” thingy too serious. Mungkin ini masalah klasik yang sering dihadapi perempuan di kota besar (atau dikota manapun sih). Dan melihat kami yang cuek dengan hal ini bisa membuat para ibu pusing tujuh keliling ternyata :p

Perbincangan kami akhirnya mencapai suatu kesepakatan bahwa untuk meredam sikap ibu2 ini mungkin we have to spend more time with them. Nemenin mereka belanja bulanan atau sekedar ikut nimbrung didapur akan menyenangkan hati mereka dan efeknya ternyata sungguh luar biasa, sikap mereka lebih melunak dan tidak akan memprotes kesibukan kita diluar rumah, at least it shows them that we’re still woman 🙂

Ngopi – ngopi cantik hari itu harus diakhiri karena sebuah sms dari ibu sahabat saya yang menyuruh anaknya pulang karena sang ibu sudah memasak ikan bakar kesukaan anaknya dan ingin makan bersama para anak gadisnya.

Semoga topik ngopi2 cantik selanjutnya tidak melulu tentang curhatan kami mengenai sikap para ibu 😉

Advertisements